INTEGRITAS, PEMUDA DAN BANGSA

“Berani berkata tidak. Berani menghadapi kebenaran. Lakukan yang benar karena benar. Ini adalah kunci ajaib menjalani hidup dengan integritas”.
-William Clement Stone-

Selasa 02 Agustus 2011, topik besar twitter @YoungOnTop sedang membahas mengenai Integritas, salah satu dari tiga puluh rahasia sukses di usia muda yang dituangkan Mas Billy Boen pada bukunya, Young On Top.
Melihat timeline yang terus bergulir hingga malam hari, saya tertegun, betapa banyak pemuda Indonesia yang sadar akan pentingnya Integritas, betapa banyak pula contoh negatif yang hadir dari cerminan Integritas di Indonesia.

Pertanyaan dasarnya mungkin satu, apa sih itu Integritas?

KBBI | in-teg-ri-tas n mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Kita semua tanpa sadar tahu bahwa ketika terlontar kata Integritas, selalulah bersambut dengan unsur nasional, sebagai wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara. Berkaca pada negara kita tercinta Indonesia. Permasalahan yang terjadi dewasa ini di negara kita seperti korupsi yang merajalela, abuse of power (penyalahgunaan wewenang), birokrasi yang semrawut ditambah dengan bobrok nya penegakan hukum di Indonesia, bolehlah rasanya saya berpendapat bahwa ini ulah dari pemimpin kita yang tidak memiliki integritas yang kuat dalam dirinya.

Ingatkah YOT-ers, bahwa 28 Oktober 1928 lalu, para pemuda bangsa ini menunjukkan integritas dan semangat persatuannya dengan melepas semua simbol kesukuannya. Para pemuda yang berasal dari jong Java, jong Ambon, jong Sumatra, jong Sulawesi, dan yang lainnya semua menyatukan suara dan hati untuk bersama-sama bahu membahu melepaskan Indonesia dari penjajah.

Mereka pun mengucap janji bertumpah darah satu (tanah air Indonesia), berbangsa satu (Bangsa Indonesia) dan menjunjung tinggi bahasa persatuan (Bahasa Indonesia). Sumpah pemuda mempunyai kekuatan yang sangat mendalam karena terjadinya persatuan di antara para tunas bangsa. Meskipun mereka memiliki banyak perbedaan namun itu tidak menjadikan penghalang. Justru, perbedaan itu menjadi sumber pondasi yang kokoh untuk membangun kesatuan.

YOT-ers, kunci dari Sumpah Pemuda adalah integritas yang dimiliki oleh para pemuda saat itu. Integritas yang mereka miliki menggerakkan hati dan semangat juang mereka untuk bersatu dan meninggalkan segala atribut kesukuan. Bukankah semangat yang seperti itu yang harusnya tetap ada dibenak kita? Semangat untuk memperjuangkan bangsa Indonesia ke taraf negara berkembang menjadi negara makmur, bukan me-makmur-kan kantong pribadi. Bukankah begitu? Atau ada saran lain?

Kini, seperti yang sudah saya ungkap sebelumnya, abuse of power. Para pemimpin yang berkuasa cenderung melakukan penyimpangan dengan kekuasaan yang dimilikinya. Banyak dari mereka yang sudah kaya namun keserakahan menyebabkan mereka “buta” dan tetap masih ingin mencuri uang rakyat demi kepentingan pribadi, keluarga, dan golongan.

Beberapa pemimpin muda yang tadinya diharapkan menjadi angin pembaharu pun sepertinya sudah banyak yangkhilaf saat berada di lingkaran kekuasaan. Ketika masih menjadi mahasiswa banyak yang berteriak dengan lantang untuk membasmi korupsi, ketidakadilan, dan sebagainya-dan sebagainya. FAKTANYA, dikelilingi oleh lingkaran uang dan kekuasaan, seketika si “Integritas” pun seolah lenyap dari sanubari.

YOT-ers, tahukah kalian, bahwa Pemuda memiliki tiga peran utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Pertama, sebagai generasi penerus yang konsisten melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Kedua, sebagai generasi pengganti untuk menggantikan para generasi tua yang belum mampu mengemban amanat. Ketiga, sebagai generasi pembaharu yang bersungguh-sungguh berjuang mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa. (Kutipan ini saya rangkum dari pendapat Bapak Anies Baswedan dan berbagai sumber)

Kita, lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Bagaimana menjadikan kita sebagai pemuda yang berintegritas?
Sebagaimana yang dituangkan oleh Mas Billy Boen dalam buku Young On Top. Dimulai dengan kejujuran. Kejujuran adalah modal dasar dalam membangun integritas seseorang. Kejujuran, yakni sifat jujur yang berbanding lurus dengan ketulusan hati. Sedangkan integritas memberitahu kebenaran kepada diri sendiri. Integritas penting untuk menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan karena ketidaksesuaian dalam dua hal tersebut akan mengakibatkan tergerusnya integritas seseorang.

Seperti jawaban saya ketika ditanya mas Billy Boen, saat interview menjadi Young On Top Campus Ambassador 2011-2012, mengenai hal apa yang paling saya garis bawahi pada buku Young On Top. Secepat kilat saya menjawab: UP TO YOU, DO IT.

Bagi saya pribadi, semua hal bermula dari niat, niat yang muncul dari diri sendiri. Bagaimanapun kesempatan yang ada untuk berbuat buruk, jika niat itu tidak muncul, maka tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

YOT-ers, semoga saya tak salah berkata bahwa kita adalah calon-calon pemimpin di bangsa kita dan atau bahkan dunia. Integritas adalah harga mati. Oleh karena itu, pupuklah dari sekarang taraf integritas yang tinggi dalam benak kita masing-masing, kencangkan sabuk persatuan antara sesama, dan mari membangun Indonesia sejajar bersama negara-negara makmur di dunia.

Salam,
Young On Top Campus Ambassdor 2011-2012
N. M. Agita Pasaribu – Universitas Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s