Probability, Pragmatism, Punctuality

 

Hal pertama dan yang terpenting dalam hidup umumnya adalah membuat program masa depan agar dapat hidup bahagia dan mewah. Untuk memulai hal tersebut tentu harus didasari dengan bagaimana caranya mengambil keputusan yang benar dalam hidup kita. Dari sudut pandang saya, saya berpikir bahwa untuk mencanangkan sebuah perjalanan hidup yang menyenangkan kita membutuhkan tiga prinsip ini.

 

 

 

 

 

Yang pertama adalah,
Probabilitas.

Teman-teman tentu tahu ya, makna harfiah “Probabilitas” ini, yaitu cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku, kemungkinan akan berlaku atau simple nya kebolehjadian/kemungkinan/peluang.

 

 

 

 

 

Biasanya, sebuah pemikiran yang sulit selalu tergambar dalam otak kita sebelum mengeksekusi pekerjaan yang seharusnya kita lakukan. Tidak hanya dalam hal memutuskan akan ambil jurusan apa kuliah nanti, tapi juga dalam hal memutuskan masuk organisasi mana, akan kerja dimana, akan berprofesi sebagai apa, dan banyak lagi.

 

 

 

 

 

Probabilitas ini menjadi prinsip yang penting. Kenapa? Apapun yang kita lakukan adalah bersumber dari keputusan yang kita ambil. Probabilitas mengambil alih dalam hal ini, memikirkan aspek-aspek positif dan negatif dalam memutuskan sesuatu itu sangat penting. Karena dengan itu, kita mendapatkan analisa mengenai apa konsekuensi dari keputusan tersebut. Kita dituntut harus sadar dengan apa yang akan kita lakukan dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi hidup kita saat itu dan di masa yang akan datang. Prinsip probabilitas ini menolong kita untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dengan terlebih dulu menganalisa apa yang semestinya kita lakukan, bagaimana caranya hingga berapa lama kita harus melakukan hal tersebut untuk meraih tujuan dalam hidup kita.

 

 

 

 

 

Prinsip yang kedua adalah,
Pragmatisme.
Berpikir praktis dapat kita gambarkan seperti berjalan dengan hukum alam dengan tujuan tunggal untuk melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan tanpa berpikir akan adanya konsekuensi dari pekerjaan tersebut.
Sekilas, memang tidak terlihat adanya unsur probabilitas yang melekat dalam prinsip pragmatisme ini. Namun, sesungguhnya probabilitas dan pragmatisme adalah dua hal yang saling berkesinambungan. Untuk mewujudkan pemikiran dengan prinsip probabilitas dibutuhkan unsur pragmatisme didalamnya.

 

 

 

 

 

Kalau diawal kita sudah membuat analisa-analisa positif dan negatif dalam mengambil keputusan dengan prinsip probabilitas, sekarang kita beranjak untuk memetakan analisa-analisa itu menjadi sesuatu yang nyata, memikirkan apakah hal-hal tersebut sesuai dengan individu kita atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

Disini kita diminta untuk menekankan persesuaian antara diri kita pribadi dengan konteks apa yang kita analisa, sehingga timbul pemikiran yang benar, sesuai dengan individu kita dan apa yang semestinya kita lakukan.

 

 

 

 

 

Kalau ditinjau dari teori pragmatis, teori ini adalah teori yang menyatakan bahwa “apa yang benar adalah apa yang berfungsi”. Misalnya kita membayangkan mobil dengan segala kerumitan mesin yang membuatnya bekerja, namun yang sebenarnya menjadi dasar adalah jika mobil itu dapat bekerja atau berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.
Sama seperti kita, diawali dengan prinsip probabilitas yang mencabangkan pemikiran kita akan sesuatu hal, kemudian di tahap prinsip ini, kita mengerucutkan cabang-cabang itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya sesuai dengan diri kita berdasarkan hasil pemikiran yang sebelumnya. Singkatnya, prinsip ini meminta kita untuk mengeleminasi hal-hal apa yang sebenarnya tidak perlu menjadi beban pemikiran kita dalam mengambil sebuah keputusan.

 

 

 

 

 

Prinsip terakhir untuk memrogram masa depan idaman adalah,
Ketepatan waktu.
Diatas kita sudah diminta untuk memikirkan aspek-aspek dari segala macam sisi untuk mengambil keputusan, kemudian mengerucutkannya sesuai dengan fakta yang ada dan kegunaannya bagi diri kita. Hal yang umumnya sering terjadi adalah setelah pengambilan keputusan kita dirundung faktor kewaspadaan dan takut untuk melakukan atau mengeksekursi hal tersebut.

 

 

 

 

 

Ingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu dan tentu bukan hal yang baik untuk menunda-nunda sesuatu dengan alasan yang tidak masuk akal. Sukses bukan harus selalu menunggu tua untuk dirasakan. Jika kamu melihat banyak orang muda dan sukses saat ini, mereka berarti tahu benar esensi dari ‘ketepatan waktu’ dan mengimplementasikannya dengan benar dalam kehidupan mereka.

 

 

 

 

 

Ketepatan waktu tidak hanya dilihat dari segi kecepatan sesuatu itu dimulai untuk dikerjakan, namun juga dari ketepatan momen untuk memulainya. Ketika kamu sudah merasa berada di momen yang tepat untuk mengimplementasikan keputusan tersebut pastikan kamu tidak lupa melekatkan dua prinsip awal, yakni probabilitas dan pragmatisme didalamnya.

 

 

Selamat datang keputusan cemerlang, selamat datang masa depan!
See You On Top, YOT-ers!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s