KORAN ala BELANDA

Menurut sejarah jurnalistik, koran pertama didunia adalah Acta Diuma yang terbit tahun 59 sebelum masehi di kota Roma pada Zaman Julius Caesar yang berisi tentang kebijakan-kebijakan kaisar.

Acta Diuma sendiri berisi keterangan dari istana atau semacam siaran pers dan ditulis di sembarang benda, sebab pada zaman itu kertas belum ditemukan. Baru setelah kertas ditemukan pertama kali oleh Tsai Lun dan penemuan mesin cetak olah Johan Guttenberg di tahun 1456, barulah surat kabar atau koran mulai dicetak.

Koran pertama yang dicetak adalah Relation, diterbitkan tahun 1605 oleh Johan Carolus. Sedangkan koran tertua di dunia yang hingga saat ini masih terbit adalah Post – och inrikes Tidnigar dari Swedia yang terbit mulai tahun 1645.

Koran yang mulai menggunakan kertas dan lebih terperinci adalah Journal An Sou de Nouvelle yang terbit di Perancis pada masa Napoleon Bonaparte, abad ke-17, berisi tentang perjalanan tentara Napoleon dari Paris menuju Napoli di Italia.

Namun, banyak orang yang meyakini bahwa tren koran dengan format yang kita kenal seperti sekarang ini, pertama kali dicetak di Inggris tahun 1621.

Kalau di Indonesia sendiri, koran pertama yang terbit adalah Batavia Nouvelles.

Meskipun zaman kini sudah dipenuhi dengan era digital, namun bukan berarti semua orang bisa dengan mudah beralih ke ranah gadget, khususnya seperti dalam hal membaca.

Walaupun sudah dibanjiri dengan aplikasi gratis untuk membaca e-book, tapi masih banyak orang lebih memilih untuk membaca buku atau majalah secara langsung dan bukan melalui tablet atau smartphone mereka.

Tidak usah jauh-jauh saya memberi contoh, sejak saya duduk dibangku SD hingga kini saya kuliah, ayah saya selalu berlangganan koran setiap hari. Meskipun sekarang ini ayah menggunakan smartphone nya bisa mengakses portal online setiap saat dengan mudah, ayah saya tidak pernah mau sepenuhnya berpaling ke gadget nya itu dan menanggalkan kebiasaan membaca koran.

Kata ayah, “Baca koran dari internet sama baca koran dipegang langsung itu beda sensasinya, walaupun kadang baca koran langsung suka bikin ganggu orang sebelah”

Image

Maksud ayah yang bikin ribet itu, seperti gambar diatas, kalau ditempat yang sempit dan pas kebetulan sama-sama baca koran, pasti jadi tumpang tindih tangan jadinya.

Nah, singkat cerita, malam itu saya skype-an dengan abang saya di Groningen, pas dilihatnya ayah sedang membaca koran, beliaupun bilang di Belanda sekarang ada Koran bentuknya vertikal. Awalnya saya nggak ngeh maksud abang saya soal vertical newspaper itu, setelah googled dan menemukan video ini, barulah saya paham Koran gaul ala Belanda yang unik, cerdas dan penuh inovasi ini.

Koran vertikal ini merupakan buah hasil inovasi dari Telegraaf Media Groep yang merupakan perusahaan di Belanda yang bergerak dibidang Media, baik majalah, radio, televisi, audivisual advertising hingga social networks. Salah satu produk social network mereka yang cukup familiar adalah Hyves.

Kembali ke keunikan Koran ala Belanda ini, inovasi yang diusung oleh rekan-rekan di Telegraaf Media Groep ini menurut saya diluar dari kata kreatif, jelas saja, koran vertikal ini sudah tentu tidak menjiplak hasil karya koran-koran sebelumnya, yang mana pada umumnya kita membuka koran dari kanan ke kiri, kini dengan Koran Vertikal, kita membuka halamannya dari bawah keatas, hemat tempat dan yang jelas kejadian yang sering dialami ayah saya tidak mungkin terjadi. Tidak ada kejadian berbenturan tangan dengan teman sebelah anda yang sama-sama membaca koran, selain itu, tangan juga nggak cepat lelah karena dengan koran vertikal tidak membuat tangan harus tegak selama membaca koran.

Kreatifitas warga Belanda ini nampaknya memang belum banyak diikuti oleh negara-negara lain, originalitas yang dijaga oleh mereka mungkin yang membuat negara-negara lain enggan mengikuti karena khawatir dianggap sebagai penjiplak hasil karya orang lain.

Namun, menurut hemat saya, tidak ada salahnya juga Indonesia mulai mengikuti tren Koran Vertikal ini, selain merupakan terobosan yang unik, ini juga merupakan pendobrakan positif tanpa harus menanggalkan sisi tradisional dan yang pasti tanpa mengklaim bahwa Koran Vertikal merupakan buah kreatifitas Indonesia🙂

Sumber:
http://maggotscore.blogspot.com/2011/07/koran-pertama-didunia-yang-dicetak.html
http://www.etre.com/blog/2009/11/the_vertical_newspaper/
http://www.tmg.nl/about-tmg/?language=en&size=11px

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s